10 Hal tentang Sigmund Freud

Sigmund Freud (foto: www.biografiasyvidas.com)

Sigmund Freud, peneliti dan penemu sejumlah teori terkenal dalam sejarah psikologi dunia, lahir di Freiberg, Republik Ceko pada tanggal 6 Mei 1856.

Banyak ide-ide dan teori-teorinya yang menjadi landasan ilmu sosial maupun psikolog modern. Bagaimana lika-liku Sigmund Freud, kenali sosoknya lebih dekat melalui 10 fakta tentang Sigmund Freud, seperti dikutip dari Interesting and Revealing Fact About Freud, Sabtu (10/5/2014).

1. Sigmund si anak mama
Sigmund memiliki 7 saudara kandung. Namun, dia menyebut dirinya sebagai anak kesayangan ibu, dengan sebutan “Golden Siggie”.

2. Buku teori pertamanya terbit pada 1899
Teori-teori yang ditemukan oleh Sigmund telah menjadi dasar ilmu psikologi dan perilaku. Buku perdananya pun terbit pada 1899 dengan judul ‘The Interpretation of Dreams’.
Pada tahun 1902, Sigmund didaulat menjadi tuan rumah dalam diskusi mingguan, yang membahas mengenai perkembangan ilmu psikologi. Lokasi yang dijadikan tempat untuk diskusi informal ini adalah rumahnya di Wina. Diskusi informal tersebut menjadi cikal bakal terbentuknya Psychoanalytic Society.

3. Anna warisi kepandaian Sigmund
Sigmund Freud memiliki anak perempuan bernama Anna Freud. Kariernya tidak jauh dari apa yang sudah dirintis sang ayah, yakni di bidang psikologi.
Namun dia tidak ingin hidup di bawah bayang-bayang nama besar sang ayah. Dia pun memberikan kontribusi teori psikologi anak dan mekanisme pertahanan ego. Buah pemikirannya itu dituangkan dalam buku ‘The Ego and Mechanisms of Defense’, pada 1936.

4. Freud menjadi dokter untuk menikahi wanita yang dia cintai
Ketika Freud berusia 26 tahun, dia jatuh cinta pada wanita 21 tahun bernama Martha Bernays. Mereka bertunangan dua bulan kemudian. Sebagai mahasiswa miskin yang masih tinggal bersama orangtuanya, pekerjaan Freud di laboratorium tidak akan cukup untuk membiayai keluarga.
“Sayangku, sangat menyakitkan bagiku untuk berpikir bahwa saya sangat tidak berdaya untuk membuktikan rasa cinta padamu,” tulis Freud dalam suratnya ke Martha.
Enam bulan setelah mereka bertemu, Freud berhenti dari kariernya sebagai saintis. Dia lalu menjadi dokter. Freud menghabiskan tiga tahun dalam pelatihan di Vienna General Hospital dan jarang bertemu tunangannya yang ketika itu pindah ke Jerman.
Setelah empat tahun menunggu, Freud dan Bernays akhirnya menikah pada 14 September 1886. Keduanya memiliki enam anak.

5. Mengembangkan kegunaan “terapi bicara”
Meski kini banyak psikoterapis mengkritik atau menolak berbagai teori Freud, banyak juga di antara mereka yang masih menggunakan metode psikoanalisis Freud yang terkenal dalam berbagai kondisi. Terapi bicara memainkan peran penting dalam terapi psikoanalisis dan menjadi bagian penting juga dalam berbagai teknik terapi lainnya.
Dengan menggunakan terapi bicara, terapis mencari tahu peristiwa tertentu yang menjadi penyebab kesulitan pasien saat ini. Psikoanalis mempercayai bahwa peristiwa pada masa kecil, alam bawah sadar serta pemikiran dan motivasi berperan dalam penyakit mental dan perilaku maladaptif.

6. Hanya sekali mengunjungi Amerika
Pada 1909, psikolog Amerika G Stanley Hall mengundang Freud to berbicara tentang psikoanalisis di Clark University. Awalnya dia menolak, tetapi Freud luluh dengan bujukan Hall yang sangat gigih. Freud ke Amerika dengan ditemani koleganya, Carl Jung dan Sandor Ferenczi.
Setelah bertemu dengan AA Brill dan Ernst Jones, kelompok kecil ini menghabiskan beberapa hari untuk menikmati Kota New York lalu pergi ke Clark University. Di kampus ini, Freud menyampaikan kuliah berseri tentang sejarah dan perkembangan psikoanalisis.
“Begitu saya menapaki panggung, saya merasakan sebuah mimpi akhirnya menjadi nyata; psikoanalisis tidak lagi menjadi sebuah delusi, ia adalah bagian dari kenyataan,” (Wallace, 1975).

7. Dipaksa meninggalkan Wina oleh Nazi
Buku-buku Freud dibakar bersama dengan karya para pemikir terkenal lainnya. “Sebuah kemajuan. Pada abad pertengahan, mereka akan membakar saya; sekarang mereka menambahkannya dengan membakar buku-buku saya,” kata Freud kepada seorang temannya.
Freud dan anak perempuannya, Anna, diinterogasi oleh Gestapo. Namun sebelum teman Freud, Marie Bonaparte mampu mengirimkan mereka ke Inggris dengan aman. Bonaparte juga mencoba menyelamatkan empat adik perempuan Freud, namun gagal. Keempat adik Freud meninggal di kamp konsentrasi Nazi.

8. Sigmund Freud dan kokain
Sebelum dinyatakan sebagai zat terlarang, kokain biasa digunakan untuk obat analgesik. Bahkan digunakan sebagai bahan rumah tangga termasuk obat pelega tenggorokan.
Freud mengembangkan minat pada pontensi efek antidepresan yang terkandung dalam kokain. Awalnya Freud menganjurkan penggunaan kokain untuk berbagai tujuan. Setelah efek kokain dinyatakan berbahaya, reputasi Freud pun terimbas.

9. Perokok berat
“Kadang-kadang, rokok hanyalah rokok”. Pernyataan itu pernah dilontarkan oleh Sigmund. Namun, hingga kini belum ada yang bisa membuktikan benar dikatakan oleh bapak psikologi.
Namun, dia benar sebagai perokok berat. Dia gemar menghisap cerutu. Penulis biografi Sigmund mengatakan, dia merokok 20 batang cerutu dalam sehari.

10. Meninggal karena kanker
Akibat kebiasaannya merokok, Sigmund pun terkena kanker mulut. Sigmund sempat menjalani operasi bedah sebanyak 30 kali.
Pria lulusan Universitas Wina ini, sempat meminta dokter yang menanganinya untuk membantu Sigmund bunuh diri, dengan memberikan morfin dengan dosis tiga kali lipat.
Dia menghembuskan napas terakhirnya di London, Inggris pada 23 September 1939 pada usia 83 tahun.

Sumber: okezone.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*